10.24.2011

Nafsuku Tergeletak

Kepada Nurel Javissyarqi
Fikri MS

Di beranda waktu
Ketika hujan habis dimamah angin
Kubaca Kitab Para Malaikat

Mengunyah aksara demi aksara di dalamnya
yang terasa pucat di lidahku

Udara dingin bertandang mengetuk pintu
Mengantarkan seorang perempuan kepadaku
Wanita itu berkerudung jingga

Wanginya bergairah menyapaku
Lalu sukmaku mempersilahkan ia masuk

Aku gelisah memperlakukannya
Sebab tiada kue atau minuman di meja makanku

Sementara kitab yang masih kupegang seakan-akan menggodanya
Ia menatap
Bertanya, matanya berkaca-kaca

Aku segan untuk membalas
Ia mendekat aku hanya tersenyum

Wanginya berbisik lembut
Kusudahi bacaanku menatapnya
Ia tiba-tiba menghilang seakan masuk ke liang sajak
Tanpa salam dan pesan
Hanya desah yang terlepas

Lalu nafsuku tergeletak di teras beranda
Digumuli sangsi.

September, 2011

Tidak ada komentar: