Kepada Nurel Javissyarqi
Fikri MS
Di beranda waktu
Ketika hujan habis dimamah angin
Kubaca Kitab Para Malaikat
Mengunyah aksara demi aksara di dalamnya
yang terasa pucat di lidahku
Udara dingin bertandang mengetuk pintu
Mengantarkan seorang perempuan kepadaku
Wanita itu berkerudung jingga
Wanginya bergairah menyapaku
Lalu sukmaku mempersilahkan ia masuk
Aku gelisah memperlakukannya
Sebab tiada kue atau minuman di meja makanku
Sementara kitab yang masih kupegang seakan-akan menggodanya
Ia menatap
Bertanya, matanya berkaca-kaca
Aku segan untuk membalas
Ia mendekat aku hanya tersenyum
Wanginya berbisik lembut
Kusudahi bacaanku menatapnya
Ia tiba-tiba menghilang seakan masuk ke liang sajak
Tanpa salam dan pesan
Hanya desah yang terlepas
Lalu nafsuku tergeletak di teras beranda
Digumuli sangsi.
September, 2011
0 komentar:
Poskan Komentar