Label

Nurel Javissyarqi Esai Kitab Para Malaikat Karya Lukisan: Andry Deblenk Media: Crayon on Paper Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri Kritik Sastra Hasnan Bachtiar Ignas Kleden Puisi Resensi Catatan Sutardji Calzoum Bachri Fahrudin Nasrulloh Robin Al Kautsar Sajak Surat Asarpin Awalludin GD Mualif Berita Utama Dimas Arika Mihardja Fikri MS Iskandar Noe Mahmud Jauhari Ali Maman S. Mahayana Muhammad Rain Potret Sang Pengelana (Nurel Javissyarqi) Sabrank Suparno SelaSastra Boenga Ketjil Siwi Dwi Saputro Sofyan RH. Zaid Suryanto Sastroatmodjo Tosa Poetra Trilogi Kesadaran A. Qorib Hidayatullah Adzka Haniina Al Barri Aguk Irawan MN Agus B. Harianto Ali Topan Diantoko Balada-balada Takdir Terlalu Dini Ballads of Too Early Destiny Catatan KPM Chamim Kohari Chicilia Risca Christian Zervos Dami N. Toda Darju Prasetya Denny Mizhar Dwi Cipta Eka Budianta Evan Ys Fanani Rahman Hadi Napster Heri Listianto Herry Lamongan Hudan Hidayat Imamuddin SA Imron Tohari Inspiring Writer Komunitas Deo Gratias Liza Wahyuninto Lukisan Marhalim Zaini Mh Zaelani Tammaka Mofik el-abrar Noor H. Dee Noval Jubbek PDS H.B. Jassin Pengantar KPM Pengantar antologi puisi tunggal “Sarang Ruh” Picasso Rabindranath Tagore Rakai Lukman Raudal Tanjung Banua Rengga AP Saut Situmorang Self Portrait Self Portrait Nurel Javissyarqi by Wawan Pinhole Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sunu Wasono Sutejo Tarmuzie Tengsoe Tjahjono Wawan Eko Yulianto Wawan Pinhole Yona Primadesi

10.24.2011

Nafsuku Tenggelam ke Dasar Samudra Penciptaan

Kepada Nurel Javissyarqi
Fikri MS

Kumamah Kitab Para Malaikat di bibir fajar
Ranum seperti bibir perawan sehabis mandi
Sambil menunggu matahari beranjak dari seberang timur

Aku berlayar
Dan terus berlayar mengembangkan layar menuju teluk tersembunyi
Dihujani embun kegadisan

Di atas gelombang yang merawat pantai
Kapalku pecah berderak
Gelisah menghantam liar

Lalu patahlah kayuh tintahku

Terombang-ambing
Tak tahu ke mana arah.

Dan nafsuku tenggelam ke dasar samudra penciptaan.

September, 2011

Tidak ada komentar: