Kepada Nurel Javissyarqi
Fikri MS
Kumamah Kitab Para Malaikat di bibir fajar
Ranum seperti bibir perawan sehabis mandi
Sambil menunggu matahari beranjak dari seberang timur
Aku berlayar
Dan terus berlayar mengembangkan layar menuju teluk tersembunyi
Dihujani embun kegadisan
Di atas gelombang yang merawat pantai
Kapalku pecah berderak
Gelisah menghantam liar
Lalu patahlah kayuh tintahku
Terombang-ambing
Tak tahu ke mana arah.
Dan nafsuku tenggelam ke dasar samudra penciptaan.
September, 2011
0 komentar:
Poskan Komentar