Dari Antologi Puisi KITAB PARA MALAIKAT, Karya Nurel Javissyarqi, dibacakan oleh Awalludin GD Mualif
"Sebuah kata adalah perjuangan dan warna menjadikan nyawanya" (Nurel Javissyarqi)
Tampilkan postingan dengan label Kitab Para Malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab Para Malaikat. Tampilkan semua postingan
10.03.2020
7.01.2020
3.02.2020
DI ATAS TANDU LANGITAN, JALAN CINTA PENYAIR I
M.D. Atmaja
PENDAHULUAN
Cinta, seperti halnya alur kehidupan pada umumnya, sebagai esensi dari perasaan manusia, pun, di dalamnya terdapat adanya jalan yang ditempuh oleh pecinta. Sesingkatnya, saya mengatakan kalau cinta merupakan jalan kehidupan manusia itu sendiri. Suatu jalan yang biasa, namun memiliki karakter tersendiri dan memuat nilai-nilai yang bisa dilihat dari tapak laku pecinta.
PENDAHULUAN
Cinta, seperti halnya alur kehidupan pada umumnya, sebagai esensi dari perasaan manusia, pun, di dalamnya terdapat adanya jalan yang ditempuh oleh pecinta. Sesingkatnya, saya mengatakan kalau cinta merupakan jalan kehidupan manusia itu sendiri. Suatu jalan yang biasa, namun memiliki karakter tersendiri dan memuat nilai-nilai yang bisa dilihat dari tapak laku pecinta.
MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA
M.D. Atmaja
PENGANTAR
Cinta sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan manusia, yang di dalamnya dipenuhi dengan puja-puji atas sesuatu yang dicintai. Hidup yang dipenuhi dengan rasa cinta, membuat kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna. Cinta yang menjadikan hidup indah, dan indah di sini tidak mengacu pada keindahan materi, melainkan lebih pada pengaruh dari keindahan rasa yang menentukan eksistensi dari dunia materi. Menurut saya, cinta itu jauh dari apa yang namanya nilai badaniah, karena cinta bersifat ruh yang suci dan membawa manusia pada jalan terang yang memabukkan.
PENGANTAR
Cinta sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan manusia, yang di dalamnya dipenuhi dengan puja-puji atas sesuatu yang dicintai. Hidup yang dipenuhi dengan rasa cinta, membuat kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna. Cinta yang menjadikan hidup indah, dan indah di sini tidak mengacu pada keindahan materi, melainkan lebih pada pengaruh dari keindahan rasa yang menentukan eksistensi dari dunia materi. Menurut saya, cinta itu jauh dari apa yang namanya nilai badaniah, karena cinta bersifat ruh yang suci dan membawa manusia pada jalan terang yang memabukkan.
SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI; DALAM SUATU PENCARIAN
M.D. Atmaja
PENGANTAR
Seluruh dari kita, pastinya sepakat kalau saya mengatakan kehidupan manusia ini selayaknya perjalanan dari suatu tempat menuju suatu tempat yang lain. Dalam perjalanan itu, kita akan menemukan berbagai persoalan, entah persoalan yang menyenangkan maupun yang tidak kita senangi. Pun, selayaknya dalam perjalanan juga, dapat dipastikan kita melewati suatu jalan yang kita pilih. Terdengar menyenangkan saat membayangkan keadaan ini, berjalan dalam suatu perjalanan yang kita ingini, di jalan sendiri yang kita pilih, dengan menggunakan kendaraan yang dipilih juga sendiri kemudian diusahakan, demi menuju ke suatu tempat juga yang sudah kita tentukan.
PENGANTAR
Seluruh dari kita, pastinya sepakat kalau saya mengatakan kehidupan manusia ini selayaknya perjalanan dari suatu tempat menuju suatu tempat yang lain. Dalam perjalanan itu, kita akan menemukan berbagai persoalan, entah persoalan yang menyenangkan maupun yang tidak kita senangi. Pun, selayaknya dalam perjalanan juga, dapat dipastikan kita melewati suatu jalan yang kita pilih. Terdengar menyenangkan saat membayangkan keadaan ini, berjalan dalam suatu perjalanan yang kita ingini, di jalan sendiri yang kita pilih, dengan menggunakan kendaraan yang dipilih juga sendiri kemudian diusahakan, demi menuju ke suatu tempat juga yang sudah kita tentukan.
Hukum-hukum Pecinta: Nasehat Penyair untuk Diri
M.D. Atmaja
Pengantar
Nurel Javissyarqi dengan salah satu karyanya Kitab Para Malaikat, memang layak untuk mendapatkan kehormatan sebagai penyair paling mengispirasi itu. Tulisan ini tidak untuk mengukuhkan pendapat tersebut, namun sekedar menggelar tumpukan simbol yang ada di dalam surat Hukum-hukum Pecinta, buku Kitab Para Malaikat atau KPM (2007: 11-17). Melalui berbagai macam keterbatasan yang saya miliki, susah payah, sampai konon yang empunya KPM mencurigai niatan mengupas dari surat ke surat yang jumlahnya dua puluh surat ditambah satu mukadimah.
Pengantar
Nurel Javissyarqi dengan salah satu karyanya Kitab Para Malaikat, memang layak untuk mendapatkan kehormatan sebagai penyair paling mengispirasi itu. Tulisan ini tidak untuk mengukuhkan pendapat tersebut, namun sekedar menggelar tumpukan simbol yang ada di dalam surat Hukum-hukum Pecinta, buku Kitab Para Malaikat atau KPM (2007: 11-17). Melalui berbagai macam keterbatasan yang saya miliki, susah payah, sampai konon yang empunya KPM mencurigai niatan mengupas dari surat ke surat yang jumlahnya dua puluh surat ditambah satu mukadimah.
EMPUKU, PEREMPUANKU
M.D. Atmaja
Dituliskan untuk Soviana D. Saputri Atmaja dan Almarhum Eka Kartikakunang Atmaja (Eka Kartikawanti, 28 April 1985 – 27 Mei 2006)
Pengantar
Dituliskan untuk Soviana D. Saputri Atmaja dan Almarhum Eka Kartikakunang Atmaja (Eka Kartikawanti, 28 April 1985 – 27 Mei 2006)
Pengantar
DIAWALI DENGAN RESAPAN CINTA
M.D. Atmaja
“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
ruh bersaksi sederaian gerimis menghantarkan rasa atmosfer semesta
terkumpul di dasar laut di kedalaman rongga dada pujangga [I]” (KPM, 2007: 1)
Begitu, Nurel Javissyarqi (NJ) mengawali karyanya yang berjudul Kitap Para Malaikat (KPM) dengan muqaddimah. Butiran puitik yang dibingkaikan sosok NJ melalui KPM-nya ini digerbangi shalawat atas Nabi, Muhammad SAW. Melantun, sebagai pembuka dari catatan panjang yang sungguh tidak bisa dianggap remeh. Seolah sudah mendapatkan deretan wangsit (baca juga dengan: kesaksian), NJ menembangkan shalawat untuk mengabari kita kalau Para Malaikat yang ditemui tidak hanya mentasbihkan keagungan Allah Ta’ala, melainkan juga berderet dalam rangka merajut doa untuk pengagungan Nabi SAW.
“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
ruh bersaksi sederaian gerimis menghantarkan rasa atmosfer semesta
terkumpul di dasar laut di kedalaman rongga dada pujangga [I]” (KPM, 2007: 1)
Begitu, Nurel Javissyarqi (NJ) mengawali karyanya yang berjudul Kitap Para Malaikat (KPM) dengan muqaddimah. Butiran puitik yang dibingkaikan sosok NJ melalui KPM-nya ini digerbangi shalawat atas Nabi, Muhammad SAW. Melantun, sebagai pembuka dari catatan panjang yang sungguh tidak bisa dianggap remeh. Seolah sudah mendapatkan deretan wangsit (baca juga dengan: kesaksian), NJ menembangkan shalawat untuk mengabari kita kalau Para Malaikat yang ditemui tidak hanya mentasbihkan keagungan Allah Ta’ala, melainkan juga berderet dalam rangka merajut doa untuk pengagungan Nabi SAW.
9.25.2017
Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi
Lewat Waktu Di Sayap Malaikat, I-XXXIX dalam Antologi Puisi “Kitab Para Malaikat”
Awalludin GD Mualif
1/
Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih.
Awalludin GD Mualif
1/
Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih.
7.29.2013
Tanah Kelahiran Masa
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Tanah Kelahiran Masa” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
4.29.2013
Secerca Cahaya Kurnia
Judul: Secerca Cahaya Kurnia
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Secerca Cahaya Kurnia” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
4.24.2013
Siang Tubuh Malam Jiwanya
Judul: Siang Tubuh Malam Jiwanya
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Siang Tubuh Malam Jiwanya” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
4.10.2013
Pembangun Dunia Ganjil
Judul: Pembangun Dunia Ganjil
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Pembangun Dunia Ganjil” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
4.02.2013
Mengembalikan Niat Suci
Judul: Mengembalikan Niat Suci
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Mengembalikan Niat Suci” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
3.23.2013
Gelombang Merawat Pantai
Judul: Gelombang Merawat Pantai
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Gelombang Merawat Pantai” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
Duka Tangis Busa
Judul: Duka Tangis Busa
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Duka Tangis Busa” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
3.07.2013
Penampakan Doa Semalam
Judul: Penampakan Doa Semalam
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
"Penampakan Doa Semalam" dalam "Kitab Para Malaikat")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013
Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
2.12.2013
Sekuntum Bunga Revolusi
Judul: Sekuntum Bunga Revolusi
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
"Sekuntum Bunga Revolusi" dalam "Kitab Para Malaikat")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013
Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
2.03.2013
Anak Sungai Filsafat
Judul: Anak Sungai Filsafat
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
"Anak Sungai Filsafat" dalam "Kitab Para Malaikat")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013
Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
A. Qorib Hidayatullah
A. Syauqi Sumbawi
Adzka Haniina Al Barri
Agama Para Bajingan
Aguk Irawan MN
Agus B. Harianto
Akhmad Taufiq
Ali Topan Diantoko
Asap Studio
Asarpin
Awalludin GD Mualif
Balada-balada Takdir Terlalu Dini
Ballads of Too Early Destiny
Berita
Berita Utama
Catatan
Catatan KPM
Chamim Kohari
Chicilia Risca
Christian Zervos
Dami N. Toda
Darju Prasetya
Dedy Tri Riyadi
Denny Mizhar
Dimas Arika Mihardja
Dwi Cipta
Dwi Pranoto
Eka Budianta
Esai
Evan Ys
Fahrudin Nasrulloh
Fanani Rahman
Fatah Anshori
Fikri MS
Gema Erika Nugroho
Hadi Napster
Hasnan Bachtiar
Heri Listianto
Herry Lamongan
Hudan Hidayat
Ignas Kleden
Imam Nawawi
Imamuddin SA
Imron Tohari
Inspiring Writer
Inung AS
Iskandar Noe
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Kitab Para Malaikat
Komunitas Deo Gratias
Kritik Sastra
Laksmi Shitaresmi
Liza Wahyuninto
Lukisan
M.D. Atmaja
Mahmud Jauhari Ali
Maman S. Mahayana
Marhalim Zaini
Media: Crayon on Paper
Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri
Mh Zaelani Tammaka
Mofik el-abrar
Muhammad Rain
Muhammad Yasir
Noor H. Dee
Noval Jubbek
Nurel Javissyarqi
PDS H.B. Jassin
Pengantar antologi puisi tunggal “Sarang Ruh”
Pengantar KPM
Picasso
Potret Sang Pengelana (Nurel Javissyarqi)
Puisi
Rabindranath Tagore
Rakai Lukman
Raudal Tanjung Banua
Rengga AP
Resensi
Robin Al Kautsar
Sabrank Suparno
Sajak
Sampul Buku
Saut Situmorang
SelaSastra Boenga Ketjil
Self Portrait
Self Portrait Nurel Javissyarqi by Wawan Pinhole
Sergi Sutanto
Shiny.ane el’poesya
Sigit Susanto
Sihar Ramses Simatupang
Siwi Dwi Saputro
Sofyan RH. Zaid
Sony Prasetyotomo
Sunu Wasono
Surat
Suryanto Sastroatmodjo
Sutardji Calzoum Bachri
Sutejo
Tarmuzie
Taufiq Wr. Hidayat
Temu Penyair Timur Jawa
Tengsoe Tjahjono
Tosa Poetra
Trilogi Kesadaran
Universitas Jember
Wawan Eko Yulianto
Wawan Pinhole
Yona Primadesi
Yuval Noah Harari
Isi Buku Balada-balada Takdir Terlalu Dini
Isi Kandungan Buku MTJKSCB
- Mulanya
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (I)
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (II)
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (III)
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (IV)
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (V)
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VI)
- Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VII)
- Akhirnya
Isi Kandungan Kitab Para Malaikat
- MUQADDIMAH: WAKTU DI SAYAP MALAIKAT, I – XXXIX
- MEMBUKA RAGA PADMI, I: I – XCIII
- HUKUM-HUKUM PECINTA, II: I – CXIII
- BAIT-BAIT PERSEMBAHAN, III: I – XCIII
- RUANG-RUANG MENGABADIKAN, IV: I – XCVIII
- MUSIK-TARIAN KEABADIAN, V: I – LXXIV
- DIRUAPI MALAM HARUM, VI: I – LXXVII
- KEINGINAN-KEINGINAN MULIA, VII: I – LXXXVII
- DI ATAS TANDU LANGITAN, VIII: I – CXXIII
- ANAK SUNGAI FILSAFAT, IX: I – CI
- SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI, X: I- XCI
- PENAMPAKAN DOA SEMALAM, XI: I- CVI
- DUKA TANGIS BUSA, XII: I – CXVIII
- GELOMBANG MERAWAT PANTAI, XIII: I – CXI
- MENGEMBALIKAN NIAT SUCI, XIV: I – CIX
- PEMBANGUN DUNIA GANJIL, XV: I – XCIII
- SIANG TUBUH, MALAM JIWANYA, XVI: I – CXIII
- SECERCA CAHAYA KURNIA, XVII: I – CI
- TANAH KELAHIRAN MASA, XVIII: I – CXXVII
- RUANG-WAKTU PADAT, XIX: I – XC
- MUAKHIR; KESAKSIAN-KESAKSIAN, XX: I – CXXVI







+Penampakan+Doa+Semalam.jpg)
