Tampilkan postingan dengan label Kitab Para Malaikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kitab Para Malaikat. Tampilkan semua postingan

3.02.2020

DI ATAS TANDU LANGITAN, JALAN CINTA PENYAIR I

M.D. Atmaja

PENDAHULUAN

Cinta, seperti halnya alur kehidupan pada umumnya, sebagai esensi dari perasaan manusia, pun, di dalamnya terdapat adanya jalan yang ditempuh oleh pecinta. Sesingkatnya, saya mengatakan kalau cinta merupakan jalan kehidupan manusia itu sendiri. Suatu jalan yang biasa, namun memiliki karakter tersendiri dan memuat nilai-nilai yang bisa dilihat dari tapak laku pecinta.

MUSIK-TARIAN KEABADIAN; EKSTASE DIMABUK CINTA

M.D. Atmaja

PENGANTAR

Cinta sebagai sesuatu yang lumrah dalam kehidupan manusia, yang di dalamnya dipenuhi dengan puja-puji atas sesuatu yang dicintai. Hidup yang dipenuhi dengan rasa cinta, membuat kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna. Cinta yang menjadikan hidup indah, dan indah di sini tidak mengacu pada keindahan materi, melainkan lebih pada pengaruh dari keindahan rasa yang menentukan eksistensi dari dunia materi. Menurut saya, cinta itu jauh dari apa yang namanya nilai badaniah, karena cinta bersifat ruh yang suci dan membawa manusia pada jalan terang yang memabukkan.

SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI; DALAM SUATU PENCARIAN

M.D. Atmaja

PENGANTAR

Seluruh dari kita, pastinya sepakat kalau saya mengatakan kehidupan manusia ini selayaknya perjalanan dari suatu tempat menuju suatu tempat yang lain. Dalam perjalanan itu, kita akan menemukan berbagai persoalan, entah persoalan yang menyenangkan maupun yang tidak kita senangi. Pun, selayaknya dalam perjalanan juga, dapat dipastikan kita melewati suatu jalan yang kita pilih. Terdengar menyenangkan saat membayangkan keadaan ini, berjalan dalam suatu perjalanan yang kita ingini, di jalan sendiri yang kita pilih, dengan menggunakan kendaraan yang dipilih juga sendiri kemudian diusahakan, demi menuju ke suatu tempat juga yang sudah kita tentukan.

Hukum-hukum Pecinta: Nasehat Penyair untuk Diri

M.D. Atmaja

Pengantar

Nurel Javissyarqi dengan salah satu karyanya Kitab Para Malaikat, memang layak untuk mendapatkan kehormatan sebagai penyair paling mengispirasi itu. Tulisan ini tidak untuk mengukuhkan pendapat tersebut, namun sekedar menggelar tumpukan simbol yang ada di dalam surat Hukum-hukum Pecinta, buku Kitab Para Malaikat atau KPM (2007: 11-17). Melalui berbagai macam keterbatasan yang saya miliki, susah payah, sampai konon yang empunya KPM mencurigai niatan mengupas dari surat ke surat yang jumlahnya dua puluh surat ditambah satu mukadimah.

EMPUKU, PEREMPUANKU

M.D. Atmaja

Dituliskan untuk Soviana D. Saputri Atmaja dan Almarhum Eka Kartikakunang Atmaja (Eka Kartikawanti, 28 April 1985 – 27 Mei 2006)

Pengantar

DIAWALI DENGAN RESAPAN CINTA

M.D. Atmaja

“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
ruh bersaksi sederaian gerimis menghantarkan rasa atmosfer semesta
terkumpul di dasar laut di kedalaman rongga dada pujangga [I]” (KPM, 2007: 1)

Begitu, Nurel Javissyarqi (NJ) mengawali karyanya yang berjudul Kitap Para Malaikat (KPM) dengan muqaddimah. Butiran puitik yang dibingkaikan sosok NJ melalui KPM-nya ini digerbangi shalawat atas Nabi, Muhammad SAW. Melantun, sebagai pembuka dari catatan panjang yang sungguh tidak bisa dianggap remeh. Seolah sudah mendapatkan deretan wangsit (baca juga dengan: kesaksian), NJ menembangkan shalawat untuk mengabari kita kalau Para Malaikat yang ditemui tidak hanya mentasbihkan keagungan Allah Ta’ala, melainkan juga berderet dalam rangka merajut doa untuk pengagungan Nabi SAW.

MEMBACA KULIT LUAR “KITAB PARA MALAIKAT” NUREL JAVISSYARQI

9.25.2017

Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi

Lewat Waktu Di Sayap Malaikat, I-XXXIX dalam Antologi Puisi “Kitab Para Malaikat”
Awalludin GD Mualif

1/
Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih.

7.29.2013

Tanah Kelahiran Masa

(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Tanah Kelahiran Masa” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

4.29.2013

Secerca Cahaya Kurnia

Judul: Secerca Cahaya Kurnia
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Secerca Cahaya Kurnia” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

4.24.2013

Siang Tubuh Malam Jiwanya

Judul: Siang Tubuh Malam Jiwanya
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Siang Tubuh Malam Jiwanya” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

4.10.2013

Pembangun Dunia Ganjil

Judul: Pembangun Dunia Ganjil
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Pembangun Dunia Ganjil” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

4.02.2013

Mengembalikan Niat Suci

Judul: Mengembalikan Niat Suci
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Mengembalikan Niat Suci” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

3.23.2013

Gelombang Merawat Pantai

Judul: Gelombang Merawat Pantai
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Gelombang Merawat Pantai” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Duka Tangis Busa

Judul:  Duka Tangis Busa
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Duka Tangis Busa” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

3.07.2013

Penampakan Doa Semalam

Judul: Penampakan Doa Semalam
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
"Penampakan Doa Semalam" dalam "Kitab Para Malaikat")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013
Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

2.12.2013

Sekuntum Bunga Revolusi

 
Judul: Sekuntum Bunga Revolusi
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
"Sekuntum Bunga Revolusi" dalam "Kitab Para Malaikat")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013
Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

2.03.2013

Anak Sungai Filsafat

Judul: Anak Sungai Filsafat
(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
"Anak Sungai Filsafat" dalam "Kitab Para Malaikat")
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013
Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Label

A. Qorib Hidayatullah A. Syauqi Sumbawi Adzka Haniina Al Barri Agama Para Bajingan Aguk Irawan MN Agus B. Harianto Akhmad Taufiq Ali Topan Diantoko Asap Studio Asarpin Awalludin GD Mualif Balada-balada Takdir Terlalu Dini Ballads of Too Early Destiny Berita Berita Utama Catatan Catatan KPM Chamim Kohari Chicilia Risca Christian Zervos Dami N. Toda Darju Prasetya Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Dimas Arika Mihardja Dwi Cipta Dwi Pranoto Eka Budianta Esai Evan Ys Fahrudin Nasrulloh Fanani Rahman Fatah Anshori Fikri MS Gema Erika Nugroho Hadi Napster Hasnan Bachtiar Heri Listianto Herry Lamongan Hudan Hidayat Ignas Kleden Imam Nawawi Imamuddin SA Imron Tohari Inspiring Writer Inung AS Iskandar Noe Karya Lukisan: Andry Deblenk Kitab Para Malaikat Komunitas Deo Gratias Kritik Sastra Laksmi Shitaresmi Liza Wahyuninto Lukisan M.D. Atmaja Mahmud Jauhari Ali Maman S. Mahayana Marhalim Zaini Media: Crayon on Paper Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri Mh Zaelani Tammaka Mofik el-abrar Muhammad Rain Muhammad Yasir Noor H. Dee Noval Jubbek Nurel Javissyarqi PDS H.B. Jassin Pengantar antologi puisi tunggal “Sarang Ruh” Pengantar KPM Picasso Potret Sang Pengelana (Nurel Javissyarqi) Puisi Rabindranath Tagore Rakai Lukman Raudal Tanjung Banua Rengga AP Resensi Robin Al Kautsar Sabrank Suparno Sajak Sampul Buku Saut Situmorang SelaSastra Boenga Ketjil Self Portrait Self Portrait Nurel Javissyarqi by Wawan Pinhole Sergi Sutanto Shiny.ane el’poesya Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Siwi Dwi Saputro Sofyan RH. Zaid Sony Prasetyotomo Sunu Wasono Surat Suryanto Sastroatmodjo Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Tarmuzie Taufiq Wr. Hidayat Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Tosa Poetra Trilogi Kesadaran Universitas Jember Wawan Eko Yulianto Wawan Pinhole Yona Primadesi Yuval Noah Harari