Antologi Puisi “Balada-balada
Takdir Terlalu Dini” KRT. Suryanto Sastroatmodjo
“Kegilaan membimbing ke
satu kubangan,
tiada tampak namun
terasakan,
menggali kubur sendiri
digali tanah,
membongkar nenek moyang;
tulang belulang patah tak wajar,
berserakan, tumbang
ditindih perang. Di mana tak berubah,
menjadi penggali bagi
sanak-saudara.”
(Si Gila Menyapamu, XXXVII).